Masyarakat Desa Mapur dan Sekitarnya Tetap Tolak Pertambangan Timah di Kawasan Das Kuala Mapur

By Demokrasibabel 12 Nov 2019, 08:34:03 WIBBangka

Masyarakat Desa Mapur dan Sekitarnya Tetap Tolak Pertambangan Timah di Kawasan Das Kuala Mapur

Keterangan Gambar : Terkait aktifitas tambang rajuk didas Kuala Mapur, Sejumlah perwakilan masyarakat Desa Mapur dan sekitarnya bermusyawarah di Balai Desa Mapur,Kecamatan Riausilip,Kabupaten Bangka, Senin (11/11)


RIAUSILIP, DEMOKRASIBABEL.COM - Dalam bermusyawarah di Balai Desa Mapur, Sejumlah perwakilan masyarakat dari Desa Mapur dan sekitarnya berkomitmen tetap menolak adanya aktifitas pertambangan timah dikawasan (Das) Daerah Aliran Sungai Kuala Mapur, Kecamatan Riau Silip,Kabupaten Bangka, Senin (11/11).

Perangkat Desa Mapur, Kecamatan Riausilip melalui Sekretaris Desa menyampaikan Pemerintah Desa tidak pernah memberi perizinan aktifitas tambang di das Kuala Mapur. Apalagi izin secara tertulis maupun hitam diatas putih kepada pihak penambang. 

"Kami tidak pernah meminta ataupun menerima free dari penambang dan Kami tetap pro dengan masyarakat setempat serta tetap menolak keras pertambangan diwilayah itu," ungkapnya.

Begitu pula dengan Kepala Dusun (Kadus) Tuing, Desa Mapur ,Sunaidi menyampaikan bahwa Kami tidak pernah memberi perizinan tambang di Das Kuala Mapur dalam bentuk apapun.

"Kehadiran dalam bermusyawarah ini, bukan bearti untuk bernegosiasi ataupun bekerjasama dengan pertambangan.Tetapi Kami sepakat menolak tambang yang beroperasi disepanjang sungai tersebut," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari nelayan Desa Deniang, Akiw mengatakan Kami nelayan, tidak pernah menganggu aktifitas pertambangan,tetapi kalau pertambangan di aliran sungai otomatis Kami tidak setuju.

"Karena dialiran sungai itu tempat berkembang biak nya Kepiting,udang galah, dan sejenisnya," ujarnya.

Ia mengatakan, kalau aliran sungai tersebut dirusak dengan aktifitas tambang,apa jadinya kehidupan habitat disungai itu.

"Kalau bukan para nelayan yang menjaga habitat sungai ataupun laut,terus siapa lagi yang akan menjaganya. Jadi Kami tetap menolak keras pertambangan diwilayah Das Kuala Mapur," tegasnya.

Sedangkan perwakilan dari penambang, Yozah menyampaikan ia menerima atas penolakan masyarakat yang tidak dapat diajak bekerjasama ataupun bernegosiasi.

"Padahal kami sebagai penambang siap membantu untuk sosial didesa. Tetapi dengan penolakan ini, kami pun terima," katanya.

Dikatakannya, aliran sungai itu memang wilayah masyarakat sekitar dan terkait limbah tambang juga sudah Kami aturkan.

"Kalau masalah SOP ataupun segala macamnya, kami masyarakat penambang tidak sampai disitu. Yang jelas Kami penambang mau bekerja dan ingin mencari makan," ujarnya. (Suyanto)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment