Lima Tahun Memimpin, Wali Kota akan Selesaikan Masalah Pertanahan di Pangkalpinang

By Demokrasibabel 21 Feb 2019, 23:50:38 WIBDaerah

Lima Tahun Memimpin, Wali Kota akan Selesaikan Masalah Pertanahan di Pangkalpinang

Keterangan Gambar : Wali Kota Pangkalpinang memimpin Rapat Koordinasi Terpadu dalam rangka penyelesaian permasalahan tanah terlantr bekas Hak Guna Usaha (HGU), Kamis (21/2) di Sahid Bangka Hotel.


PANGKALPINANG, DEMOKRASIBABEL.COM - Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kamis (21/2) bertempat di Sahid Bangka Hotel menggelar rapat koordinasi terpadu dalam rangka penyelesaian permasalahan tanah terlantar bekas Hak Guna Usaha (HGU).

"Untuk rapat koordinasi hari ini membahas bekas HGU Nomor 1 atas nama PT Karya Rinjani Utama. Tanah ini sudah cukup lama terlantar karena batas izin HGUnya sudah lama habis," kata Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, kepada sejumlah wartawan usai melaksanakan rapat.

Ia mengatakan, dalam waktu lima tahun masa kepemimpinannya nanti, Ia mempunyai target untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan pertanahan di Kota Pangkalpinang.

"Bekas HGU PT Karya Rinjani Utama Ini salah satu permasalahan yang akan diselesaikan. Masalah ini harus bisa diselesaikan, karena disini ada hak Pemkot Pangkalpinang yaitu lahan seluas 89 hektar yang diserahkan ke pihak lain," ujarnya.

Menurutnya yang menjadi kepentingan dari masalah ini adalah aset Kota Pangkalpinang, untuk selebihnya nanti seperti masalah terkait dengan pekerjaan itu sendiri dan permasalahan hukum bisa diselesaikan selanjutnya.

"Mumpung kita duduk satu meja, mari kita selesaikan. Saya tidak mau di kemudian hari ada permasalahan, oleh sebab itu hari ini duduk satu meja semua pemangku kepentingan terkait dapat mengambil keputusan terkait permasalahan ini," katanya.

Ia mengatakan, permasalahan tanah terlantar ini ingin cepat diselesaikan tidak lain untuk kepentingan masyarakat Kota Pangkalpinang.

"Mudah-mudahan ini bisa selesai dalam waktu dekat dan bisa kita manfaatkan untuk pembangunan Pangkalpinang. Jangan sampai pembangunan Pangkalpinang terhambat oleh hal-hal yang seperti ini," ujarnya.

Dikatakannya, lima tahun yang lalu banyak masalah tanah yang tidak bisa diselesaikan dan mudah-mudahan selama kepemimpinannya bisa diselesaikan seluruhnya.

"Pangkalpinang harus berbenah, bagaimana orang mau berinvestasi di Kota Pangkalpinang kalau soal aset saja tidak jelas. Untuk itu kami bersama-sama gubernur sepakat bersinergi membangun Pangkalpinang. Saya juga berharap di kepemimpinan saya tidak ada staf yang tersandung hukum kemudian hari karena masalah aset ini," ujarnya. (rus)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment