Jaga Kamtibmas Yang Kondusif Di Serumpun Sebalai, Polres Bangka Gelar FGD Menangkal Radikalisme

By Demokrasibabel 19 Feb 2020, 13:44:18 WIBBangka

Jaga Kamtibmas Yang Kondusif Di Serumpun Sebalai, Polres Bangka Gelar FGD Menangkal Radikalisme

Keterangan Gambar : Focus Group Discussion yang digelar Polres Bangka yang berlangsung diruang pertemuan ST 12 Sungailiat,Kabupaten Bangka, Rabu (19/02)


SUNGAILIAT, DEMOKRASIBABEL.COM - Guna menjaga nasionalisme,komitmen Kebangsaan dan Kebhinekaan dalam rangka terwujudnya stabilitas kamtibmas yang kondusif diwilayah Serumpun Sebalai. Polres Bangka menggelar Focus Groop Discussion (FGD) berlangsung digedung ruang pertemuan ST 12 Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu (19/02).

Bertema Paham Radikalisme dan Nasionalisme, FGD dihadiri Kapolda Babel,Kapolres Bangka, Wabup Bangka,Kajari Bangka,DPRD Bangka,Dandim Bangka,Danlanal Babel,Bin Babel,OPD Pemkab Bangka,Mahasiswa dan Tokoh Masyarakat.

"Paham radikalisme seperti perkumpulan ISIS yang tidak sepantasnya berkembang diwilayah Republik Indonesia. 

Untuk itu, Kita akan membahas lebih detail yang dihadirkan oleh narasumber melalui (FGD) Focus Groop Discussion ini," ujar Kapolres Bangka, AKBP Aris Sulistyono SH,MH dalam sambutanya.

Ia berharap para narasumber dapat memberi materi untuk dapat dicermati dan menjadi pembelajaran yang nantinya dapat dikembangkan dilingkungan masyarakat.

Dikesempatan itu, Kapolda Babel, Drs. Brigjen Pol, Anang Syarif Hidayat yang sekaligus sebagai narasumber FGD mengatakan radikalisme itu perkumpulan orang-orang yang menggangap perbedaan pandangan itu selalu salah. 

"Jadi siapapun yang tidak sesuai dengan pandangan, pola pemikiran dan pendapatnya selalu dianggap salah," katanya.

Padahal, Kita sendiri walaupun pandangan ataupun pendapat itu benar, tetapi belum tentu dianggap benar oleh orang lain.

"Jadi dalam menangkal radikalisme ada beberapa cara,seperti tindakan yang bersifat preentif dan preventif," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangka, Syahbudin S.ip yang sekaligus menjadi narasumber FGD mengatakan radikalisme itu suatu paham, ideologi ataupun gagasan yang ingin melakukan perubahan pada sistem sosial ataupun politik dengan cara kekerasan dan cara yang ekstrim. 

"Seperti adanya keinginan dan perbuatan dari paham radikalisme yang selalu memaksakan kehendak.Sehingga radikalisme menjadi penganggu dasar dari Nasionalisme," katanya.

Dikatakanya, untuk menangkal potensi radikalisme seperti ditingkat Kecamatan yang di anggotai oleh Camat, Kades dan Propam Masyarakat. Kemudian ditindak lanjuti ke Desa yang di anggotai oleh Kades atau Lurah, Kasitrantif, Linmas dan masyarakat.

"Dengan cara kerjanya,mereka membentuk komunikasi seperti grop whatsapp Forum Komunikasi Umat Beragama dan lainnya. Selain itu juga kegiatan setiap hari Jumat yang disebut Jumat Barokah, seperti penyampaian ekrisme dan nasionalisme yang harus dijaga,"ujar Wabup Bangka,Syahbudin. (Suyanto)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment