DIBEBAS HAKIM, JURAGAN BUAH DI PANGKALPINANG KENA GUGAT

By Demokrasibabel 02 Jan 2020, 12:28:35 WIBHukum

DIBEBAS HAKIM, JURAGAN BUAH DI PANGKALPINANG KENA GUGAT

Keterangan Gambar :


PANGKALPINANG, DEMOKRASIBABEL.COM –  Kurang kebih setahun berlalu, perkara dugaan pidana hutang piutang antara Sutrisno alias Aming pemilik Toko Aneka Buah di Pasir Putih versus penjual buah  Karsono Bong als Bongkim. 

Perkara itu akhirnya berujung pada putusan bebas terhadap terdakwa Karsono Bong mulai dari peradilan Negeri Pangkalpinang hingga Mahkamah Agung.  Putusan tersebut tertuang dalam putusan 329/Pid.B/2017/PN Pgp dan putusan MA nomor 272K/Pid/2019. 

Kini kasus tersebut berujung pada gugatan balik yang dilakukan pihak Karsono Bong terhadap juragan Aneka Buah yakni Aming.

Gugatan perdata tersebut tertuang dalam  perkara gugatan perbuatan melawan hukum ganti kerugian  nomor  Perkara 57/Pdt.G/2019/PN.Pgp. 

"Kasusnya berawal Karsono Bong  digugat pidana oleh pihak Aneka Buah soal penggelapan padahal kasusnya  soal hutang piutang. Di tingkat PN dan MA klien kita dibebaskan. Kini giliran klien kita yang menggugat balik atas tuduhan perbuatan melawan hukum terhadap pihak Aneka Buah itu," kata penasehat hukum Karsono Bong, Nini Vandawatia kepada wartawan.

Menurut Nini di antara alasan gugatan kepada pihak tergugat menyebabkan kliennya telah dirugikan. Seperti kliennya mengalami kerugian tidak bisa lagi membuka usaha bisnis toko buah.  

Selain itu juga klienya akibat diproses hukum waktu itu tidak dapat menikmati hidup tenang. Oleh karenanya atas gugatan ini sudah sepantasnya tergugat dihukum dan dikenakan ganti kerugian yang dialami klien kami selama ini," katanya. 

Sidang kasus perdata ini sendiri menurutnya sedang bergulir sidang di Pengadilan Negeri Pangkalpinang. 

"Awalnya mediasi dulu. Namun kemudian tidak ditemukan jalan keluar hingga akhirnya sidang dilanjutkan," ujarnya. 

Sementara Pihak Aneka Buah sedang diupayakan untuk konfirmasi pemberitaan.  

Dalam  dakwaan yang lalu JPU Kejaksaan Negeri kota Pangkalpinang, Fardhiyan Affandi mendakwa  Bongkim dengan  pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan pasal 378 tentang penipuan. 

Fardhiyan Affandi saat itu dalam dakwaan mengatakan peristiwa terjadi tanggal 4 Januari 2017 dan 31 Januari 2017 berawal dari jual beli buah wortel sebanyak 15 dus oleh terdakwa Bongkim di toko Aneka Buah. 

Oleh pihak Toko Aneka Buah saat melakukan penagihan sebesar Rp 3.375.000 tidak dibayar. 

Aming saat menghubungi terdakwa  melalui telepon oleh terdakwa mengatakan dia tidak mau membayar karena wortel tersebut  busuk. Namun terdakwa tidak bisa membuktikan kepada saksi Aming kalau wortel tersebut busuk.

Begitu juga dengan istri terdakwa Sumiati tidak mengangkat telepon saat dihubungi. Aming menghubungi saksi Sumiati (istri terdakwa) untuk menagih uang pembelian buah wartel di bulan Januari tersebut. 

Akan tetapi saksi Sumiati tidak mengangkat telepon Aming, akhirnya pihak Aming mengalami kerugian. Atas putusan bebas, JPU Fardhiyan Affandi mengaku menerimanya dan menghormati putusan hakim.(tmh)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment