Bahas Harga TBS, Kapolda Babel Undang 15 Perusahaan Pabrik Sawit

By Demokrasibabel 01 Mar 2019, 21:51:34 WIBDaerah

Bahas Harga TBS, Kapolda Babel Undang 15 Perusahaan Pabrik Sawit

Keterangan Gambar : Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol Istiono bersama ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya memimpin rapat juga membahas masalah harga sawit.


PANGKALPINANG, DEMOKRASIBABEL.COM - Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol Istiono mengundang sebanyak 15 perusahaan pabrik sawit di wilayah Bangka Belitung dan beberapa stake holder terkait guna membahas masalah harga tandan buah segar (TBS), Jumat (1/3) di ruang Rapat DPRD provinsi Babel.

"Hari ini kita menindaklanjuti keluhan dan apirasi masyarakat yang disampaikan kepada DPRD terkait dengan rendahnya harga tandan buah segar. Untuk itu saya mengundang 15 perusahaan dan beberapa stake holder untuk membahas masalah ini," kata Kapolda kepada sejumlah wartawan.

Ia mengatakan, permasalahan dalam kestabilan harga TBS sawit ini bermula dari alur mata rantai yang tidak sesuai dengan Permentan nomor 1 tahun 2018, yang berisi tidak adanya kolektor ataupun broker. 

Namun yang terjadi saat ini, kata Kapolda justru petani sawit ketika memanen hasil akan dijual melalui broker lalu baru diambil oleh perusahaan sawit. Alur mata rantai ini justru salah.

"Setelah kita lakukan pendalaman, ternyata alur penjualannya yang salah. Seharusnya kolektor itu tidak ada karena sesuai dengan Permentan. Kami pun sekarang sedang berupaya memutus mata rantai itu, untuk menghapus kolektor ataupun broker," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini harga TBS sawit sudah mulai membaik dari yang sebelumnya seharga Rp 850 sekarang menjadi Rp 1.050. Bahkan kata Kapolda dari keterangan petani di lapangan harga TBS ada yang mencapai Rp 1200-1400.

"Kedepan kita harus pantau terus harga ini, kemudian broker juga jarus kita putus, karena yang menghambat selama ini adalah broker. Kemudian adanya pemangkasan yang dilakukan oleh pabrik kita akan tanya apa alasan mereka melakukan pemangkasan harga," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan langkah persuasif kepada para pelaku usaha untuk membenahi dan sudah dilakukan sosialisasi terkait pemutusan mata rantai dengan menghapus kolektor guna menjaga stabilitas harga TBS.

"Kita sepakat untuk memangkas mata rantai yang panjang pada perdagangan TBS kelapa sawit ini. Namun jika masih terdapat kolektor yang mencari keuntungan, maka kita akan segera tindak tegas," ujarnya. (rus)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment