Akibat Pertambangan di Laut, Hasil Tangkap Nelayan Sungailiat Menurun Drastis

By Demokrasibabel 11 Okt 2019, 11:36:56 WIBBangka

Akibat Pertambangan di Laut, Hasil Tangkap Nelayan Sungailiat Menurun Drastis

Keterangan Gambar : Foto : ilustrasi (istimewah)


SUNGAILIAT, DEMOKRASIBABEL.COM - Hasil tangkapan para nelayan Sungailiat, Kabupaten Bangka, saat melaut menurun secara drastis bahkan tidak ada hasil tangkap sama sekali semenjak banyaknya aktivitas pertambangan di luat. Nasib nelayan sudah diambang batas, sebagian para nelayan sudah ada yang mau menjual mesin perahunya.

"Karena sudah putus asa dan tidak sanggup lagi mengeluarkan biaya operasi melaut," ujar Samsudin, salah satu nelayan Kuala Matras Sungailiat kepada sejumlah Wartawan, Jumat (11/10).

Ia mengatakan, pada saat turun melaut, mereka hanya mendapat tiga sampai empat ekor ikan jenis parang-parang, sedangkan biaya pengoperasian nelayan saat melaut lebih dari Rp100 ribu.

"Jadi bagaimana bisa meneruskan kehidupan, kalau pendapatan nelayan saat melaut hanya Rp50 ribu, tetapi pengeluaran harus Rp 100 ribu lebih," katanya.

Dengan demikian, penyebab akan  kerusakan ekosistem di laut  yang drastis ini, seperti ikan-ikan tidak lagi bermain di sekitaran laut. karena banyaknya lumpur pertambangan yang kemungkinan salah satunya penyebab dari limbah tambangan di laut.

"Biasanya sekitar 3 mill jarak dari pantai ke tengah laut, kami sudah lumayan mendapat tangkapan. Tetapi sekarang ini, kami sudah melaut sangat jauh sekali. Bahkan ada juga yang sudah keluar dari perairan laut Sungailiat, seperti di perairan laut Pangkalpinang," katanya.

Samsudin berharap kepada pemerintah agar membatasi zonasi pertambangan dilaut, jangan sampai hilangnya mata pencarian hak kami sebagai nelayan.

"Kami juga mempunyai hak tangkap, bukannya kami melarang pertambangan. Kami hanya meminta dibatasi, bukannya hak nelayan harus dirampas," ujarnya. (Suyanto)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment