Babel Tetap Semangat Cegah Penyebaran Covid-19

by

PANGKALPINANG, DEMOKRASIBABEL.COM – Penambahan Kasus positif COVID-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung setiap harinya mencapai ratusan orang, tercatat dalam sepekan orang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 1.222 orang dengan kumulatif kasus mencapai 18.387 jiwa.

Walaupun demikian, penambahan kasus positif dalam sepekan ini mengalami penurunan jika dibandingkan pekan sebelumnya. Namun secara nasional menempatkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berada di posisi ke-15 penambahan harian kasus COVID-19, dengan kumulatif 18.387 orang.

Lonjakan atau penularan COVID-19 saat ini masif masih terjadi terutama di Kabupaten Bangka, Kota Pangkalpinang, Bangka Barat, Bangka Tengah, Belitung, Belitung Timur dan Bangka Selatan.

Terkait hal itu Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memastikan sangat serius dalam menekan penyebaran Covid-19 di Babel, dengan harapan wabah mematikan ini dapat ditekan sebagaimana mestinya.

Keseriusan Pemprov Babel dalam menangangi penyebaran Covid-19 ini, bisa dilihat dengan dilaksanakannya Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di wilayah Babel yang diselenggarakan secara virtual, yang berlangsung di Kantor Polda Babel dan seluruh Polres di 7 Kabupaten/Kota di Babel, Rabu (2/6).

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Babel Irjen Pol Anang Syarif Hidayat dan diikuti oleh Gubernur Babel Erzaldi Rosman, Forkopimda Babel, serta para Perangkat Daerah terkait.

Gubernur Erzaldi dalam arahan sangat menyayangkan terjadinya peningkatan penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat yang diakibatkan tidak disiplinnya masyarakat dalam menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes), terutama terjadi pada umur produktif.

Oleh sebab itu orang nomor satu di Babel mengajak Satgas Covid-19 Babel untuk melakukan pembatasan kembali tempat-tempat yang terjadi keramaian seperti, cafe-cafe, tempat tongkrongan anak muda, serta tempat hiburan lainnya.

“Kita selama ini menjaga gawang, mengetes ketika orang masuk ke Babel. Tetapi tidak melakukan tes terhadap orang-orang yang sudah ada di Babel itu sendiri, nah ini kekeliruan yang terjadi selama ini,” kata gubernur.

Dirinya menyadari untuk mendorong Satgas Covid-19 Babel agar lebih kuat, tentunya harus didukung dana yang memadai, untuk level desa harus mengunakan dana desa yang selama ini belum pernah di lakukan .

“Selama ini dana desa belum pernah digunakan untuk penanganan Covid-19, sedangkan dana tersebut sudah diperbolehkan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI. Untuk itu, dalam waktu dekat ini kita akan lakukan rapat kembali dan menghadirkan pihak BPKP Perwakilan Babel dan pihak lainnya, sehubungan pengunaan dana tersebut supaya pihak desa tidak ragu,” ungkap gubernur.

Untuk itu Dirinya mengajak seluruh peserta rapat yang hadir untuk kembali bersemangat dalam menjalankan tugasnya dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid-19 di Babel.

“Demi masyarakat kita, demi kesehatan masyarakat kita, jangan pernah kita merasa lelah, jangan pernah merasa bosan, kita mantapkan kembali pikiran kita, jiwa dan raga kita, mudah-mudahan semangat yang selama ini mengendur bangkit kembali,” pungkasnya.

Ketua DPRD Babel, Herman Suhadi mengatakan Perda Penanganan Covid-19 di Babel dijadikan model bagi provinsi-provinsi lainnya di Indonesia, yang artinya perda ini sangat bagus untuk di terapkan dalam penanganan Covid-19.

“Perda kita ini menjadi model, menjadi contoh provinsi yang lain, menjadi acuan, oleh karena itu kawan-kawan di Kemendagri menyarankan agar kita bisa menjalankan perda ini,” katanya.

Oleh sebab itu ketua DPRD Babel ini menegaskan bahwa, revisi Raperda Nomor 10 tahun 2020 telah disepakati oleh Pemprov. Babel, DPRD Babel, dan Kementerian Dalam Negeri sehingga, perda tersebut dapat di gunakan sebagaimana mestinya sesuai pasal-pasalnya.

Dirinya juga meminta kepada gubernur agar jangan melakukan pemotongan TPP para ASN di dalam penanganan Covid-19 di Babel karena, DPRD Babel telah menyiapkan dana sebesar Rp21 miliar untuk penanganan ini, demi masyarakat.

Sementara Kalakhar BPBD Babel, Mikron Antariksa mengatakan bahwa berdasarkan data Satgas Covid -19 Pusdalops BPBD Babel, jumlah kumulatif terpapar Covid-19 di Babel per tanggal 1 Juni 2021 pukul 21.00 WIB terkonfirmasi 18.387, selesai isolasi 16.409, dari data tersebut dalam minggu ini terjadi lonjakan masyarakat yang terpapar Covid-19, dikarenakan turunnya disiplin masyarakat dalam menjalankan prokes.

Meningkatnya masyarakat terkonfirmasi positif Covid -19 juga terjadi di kota-kota besar di Indonesia sehingga, menjadi perhatian Pemerintah Pusat, di mana Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 12 tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Pengananan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 terhitung mulai tanggal 1-14 juni 2021.

Mikron menjelaskan, walaupun tingkat penularan Covid-19 akhir-akhir ini meningkat namun, seluruh kabupaten/kota yang ada di Babel , masih dalam zona oranye, dan sebanyak 6 kabupaten/kota selama ini telah melaksanakan PPKM mikro yang menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 50% dan Work From Office (WFO) sebesar 50% dengan menerapkan prokes yang ketat, melaksanakan kegiatan belajar mengajar mengunakan online.

Perkembangan Vaksinasi Covid-19 di Babel

Plt. Kepala Dinkes Babel, Andre Nurtito mengatakan vaksin sampai saat ini tercatat 184.620 dosis yang sudah disuntik sebanyak 135.000 dosis dan stok yang ada sebanyak 135.000 dosis.

“Tenaga kesehatan sudah melaksanakan vaksin mencapai 96 persen, untuk tenaga pelayanan masyarakat dan aparat sudah 50 persen, sedangkan untuk lansia yang sudah divaksin baru 24 persen. Yang menjadi penghambat dalam vaksin ini adalah kesediaan vaksin yang terbatas,” ujarnya.

Penyebab utama angka Covid-19 di Babel meningkat dinilai akibat silaturahmi pada saat pasca hari raya Idulfitri 1442 H, dibukanya kembali pusat keramaian, fasilitas publik, dan meningkatnya mobilitas dan perkumpulan masyarakat, serta kesadaran masyarakat menerapkan prokes rendah di tempat ibadah.

Langkah-langkah Pencegahan Covid-19 di Babel

Kapolda Anang Syaraf Hidayat mengatakan, upaya penanganan dan pengendalian Covid-19 di Babel saat ini ada 19 langkah yang nanti untuk pelaksanaannya dilakukan bersama dengan TNI.

Adapun upaya penanganan dan pengendalian Covid-19 tersebut, yaitu :

  1. Bersama Forkopimda melaksanakan sosialisasi dan pembagian masker di masjid.
  2. Melaksanakan rakor forkopimda terkait monev penanganan Covid-19 secara rutin.
  3. Pemasangan spanduk/baleho berisi imbauan prokes pencegahan Covid-19, di fasilitas umum dan tempat ibadah.
  4. Penayangan kasus Covid-19 yang dialami negara-negara luar seperti India, Malaysia melalui videotron yang ada di Babel.
  5. Peningkatan pengawasan pintu masuk bandara, pelabuhan, serta pelabuhan tikus
  6. Melaksanakan swab antigen secara acak di tempat keramaian.
  7. Melaksanakan vaksinasi secara menyeluruh.
  8. Peningkatan peran bhabinkamtibmas dan babinsa dalam melaksanakan tracccing.
  9. Pengelaran operasi yustisi.
  10. Mengoptimalkan posko PPKM.
  11. Menyiapkan dapur lapangan TNI-POLRI.
  12. Mengoperasionalkan Rumah Sakit Bhayangkara untuk isolasi Covid-19
  13. Menyiapkan asrama Brimob Sungailiat dengan kapasitas 50 tempat tidur.
  14. Menyiapkan alat GeNose untuk mendeteksi personil dan tamu-tamu Polda.
  15. Mengaktifkan kembali BKPSDM Babel dan LPMP sebagai tempat isolasi.
  16. Pemprov. Babel harus memiliki data positive rate untuk mengetahui perkembangan kasus Covid-19 setiap hari dari hasil pengambilan spesimen.
  17. Sarankan revisi perda tentang prokes.

Danrem 045/Gaya Brigjen TNI M Jangkung Widyanto, megatakan terhadap permasalahan isolasi mandiri sampai saat ini masih diperlukan karena ketersediaan tempat isolasi terpusat masih belum memadai.

“Yang perlu mendapat perhatian terhadap pelaksanaan isolasi mandiri harus sesuai dengan ketentuan. Tidak semaunya sendiri dan diperlukan pengawasan yang ketat oleh Satgas,” katanya.

Disamping itu kata Dia, perlu pembentukan organisasi PPKM Mikro agar penanganan Covid-19 lebih efektif dan berjalan optimal. Diperlukan kebersamaan dan keterpaduan serta gotong-royong untuk menangani penyebaran Covid-19 dari seluruh Forkopimda Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Satgas maupun instansi terkait lainnya.(tmh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.