Adet kembali melaksanakan penyebarluasan Perda tentang Covid-19

by

LAMPUR, DEMOKRASIBABEL.COM – Adet SH,. MH anggota DPRD Prov. Kep. Bangka Belitung, Sabtu (10/04/2021) kembali melaksanakan kegiatan Penyebarluasan Perda No. 10 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid 19 di desa Lampur Kabupaten Bangka Tengah.

Tidak tanggung-tanggung Politisi Senior PDI P, Adet menggandeng 2 orang narasumber yang merupakan pakar di bidangnya, Edi Purwanto salah seorang legislator di Kabupaten Bangka Tengah dan dr. Apriati yang bertugas di Puskesmas Lampur.

“Perda No. 10 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid 19 telah dilakukan pembahasan semaksimal mungkin oleh DPRD Babel, sehingga apa yang telah ditetapkan seperti Protokol Kesehatan (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan) bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19,” Kata Edi Purwanto

Ditambahkan Edi menurut UU No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Pemerintah bertanggung jawab melakukan pencegahan, pengendalian dan pemberantasan penyakit menular serta akibat yang ditimbulkannya oleh sebab itu dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat perlu menjamin pemenuhan kesehatan serta keberlangsungan ekonomi maka di tetapkanlah Perda ini.

Selain itu dr. Apriati selaku orang yang peduli terhadap kesehatan mengatakan, didalam upaya mencegah dan mengendalikan Covid 19, Pemerintah Provinsi menetapkan dan memberlakukan Protokol Kesehatan sebagai bagian Adaptasi Kebiasaan Baru, antara lain memakai masket, mencuci tangan, jaga jarak serta menghindari kerumunan.

“Kebiasaan baru seperti memakai masker harus dilakukan secara benar, baik cara memasang maupun melepaskannya, demikian juga dengan cara mencuci tangan” jelas dr. Apriati

Penyebarluasan Perda tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian wabah Covid 19 perlu disebarluaskan kepada masyarakat agar wabah covid 19 dapat dicegah sehingga dapat memutuskan mata rantai penyebaran Wabah Covid 19, terang Adet saat sebagai Narasumber acara tersebut.

“Di dalam Perda No 10 Tahun 2020 ini tercantum ruang lingkup, Pelaksanaan, hak dan kewajiban, koordinasi, pemantauan, kerjasama penegakkan hukum dan pendisiplinan serta sanksi, ketentuan penyidikan dan ketentuan pidana” jelas Politikus PDI P.

Pada BAB IX dalam Perda ini terdapat ketentuan pidana yang di kenakan antara lain setiap orang yang melanggar di pidana dengan denda paling banyak 200.000, dan untuk setiap penanggung jawab kegiatan/usaha yang melanggar di pidana dengan denda15 juta rupiah.

Tetapi semua pidana di berikan apabila setiap orang atau setiap pengusaha hanya dapat di kenakan apabila sanksi admimistratif yang telah dijatuhkan tidak dipatuhi atau pelanggaran dilakukan lebih dari 1 (satu) kali.

Antusias masyarakat menghadiri acara penyebarluasan perda tersebut terlihat dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang yang begitu serius mendengarkan penjelasan dari narasumber.

Acara Penyebarluasan Perda No. 10 Tahun 2020 tentang Adaftasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid 19 yang di laksanakan di desa Lampur Kabupaten Bangka Tengah dan di pandu oleh Alizar sebagai moderator terlaksana dengan baik dan lancar dan mendapat apresiasi dari peserta.(ril)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *