Ada Aksi Demo, Para Nelayan Kawal Kinerja PT Pulomas di Muara Air Kantung Sungailiat

by
Sejumlah para nelayan mengawal kinerja pengerukan pasir PT Pulomas Sentosa di Muara Air Kantung Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu (14/10)

SUNGAILIAT, DEMOKRASIBABEL.COM – Terkait adanya puluhan aksi demo atas nama Forum Peduli Masyarakat Pesisir, sejumlah para nelayan yang tergabung dari tiga lingkungan turun mengawal kinerja pengerukan pasir PT Pulomas Sentosa di alur muara Air Kantung Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu (14/10).

Aksi demo tersebut untuk menghentikan aktivitas pengerukan pasir PT Pulomas Sentosa sampai adanya kesepakatan ataupun disetujui akan rencana kerja secara logika atau tidak.

Mereka menilai kegiatan konsolidasi dan sosialisasi PT Pulomas tidak jelas dan menjadi action plan, sehingga dianggap telah membodohi masyarakat, khususnya para nelayan pesisir.

Pada kesempatan tersebut, Nelayan 1 setempat, Kandar mengatakan PT Pulomas Sentosa tentunya sudah konsisten untuk melakukan pengerukan pasir pada alur muara ini dan pihaknya tidak merasa dirugikan dengan aktivitas pengerukan tersebut. Justru pihaknya mendukung dan siap mengawal kinerja PT Pulomas Sentosa kedepannya.

“Kami akan terus mengawalnya, karena sejauh ini akses keluar masuk para nelayan sudah lumayan lancar dan tidak ada permasalahan serius. Baik hendak pergi melaut maupun hendak pulang melewati muara dengan membawa hasil tangkapan,” katanya kesejumlah Wartawan di Muara Air Kantung Sungailiat, Rabu (14/10).

Selain itu, terkait aksi demo atas nama masyarakat pesisir ataupun organisasi sebagainya, itu diluar kepentingan lainnya dan tidak ada kontribusi apapun untuk para nelayan. Seperti demo tersebut untuk menghentikan aktivitas pengerukan pasir PT Pulomas ini, pihaknya merasa sudah seperti diadu domba kan.

“Apabila alur muara ini kembali tertutup pasir, tentunya akses keluar masuk para nelayan akan terhambat. Seperti kerugian pada material dan penghasilan berkurang, karena tidak dapat melaut maupun pulang melaut melewati alur muara. Apalagi pada bulan 11 dan 12 nanti gelombang air laut diprediksikan lumayan besar,” ujarnya.

Walaupun, kinerja PT Pulomas Sentosa masih ada kekurangan, setidaknya sudah ada upaya untuk membantu membuka alur muara menjadi lebar. Sehingga para nelayan dapat berlalu lalang di alur muara ini dan tentunya Kita turut mendukung untuk itu semua.

“Jadi janganlah mengatasnamakan masyarakat ataupun segala Organisasi, karena itu tidak ada kontribusinya bagi para nelayan yang sebenarnya. Kami dari tiga lingkungan terdiri Nelayan 1, Nelayan 2 dan Nelayan Parit Pekir akan mengawal kinerja PT Pulomas Sentosa ini untuk terus konsisten dalam bekerja di alur muara ini,” pungkas Kandar.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Pulomas Sentosa, Yanto mengatakan akan tetap berkomitmen untuk terus melakukan aktivitas pengerukan pasir di alur muara ini sesuai dengan perizinan yang sudah dimiliki dan tidak akan berhenti begitu saja.

“Seperti aksi demo atas nama masyarakat pesisir yang mengatakan perusahaan tidak ada perizinan, membodohi masyarakat dan sebagainya, itu semua sangatlah aneh. Seperti antara surat dari DLH Babel itu, apa hubungannya dikaitan dengan aksi demo,” katanya.

Dimana, surat dari DLH Babel itu ditujukan untuk perusahaan dan aksi demo sendiri tentunya ada tanda tanya besar. Dan kemungkinan aksi demo itu digerakkan oleh oknum-oknum tertentu yang bertanda kutip ataukah sebelumnya sudah direncanakan.

“Kami yakin para nelayan akan mendukung aktivitas pengerukan pasir di muara ini. Dan bagi siapa pun yang mencoba menghentikan aktifitas, kami akan menghadapinya. Karena sebelumnya kondisi di sini kondusif, tetapi semenjak ada perizinan yang baru, kondisi mulai tidak kondusif. Terkait dengan para pendemo tersebut, kita percayakan pada pihak kepolisian guna penyidikannya,” ujar Yanto. (Suyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *