Kekeringan Belum Reda, Ratusan Pegawai Pemprov Babel Salat Istisqa Minta Hujan

by -761 Views

Pangkalpinang, Demokrasibabel – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Bangka Belitung (Babel) belum juga reda. Ratusan pegawai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel pun menggelar salat Istisqa untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun.

Salat Istisqa atau salat meminta hujan tersebut digelar di halaman Kantor Gubernur Babel, Jumat (25/9/2026) pagi. Kegiatan dimulai sekitar pukul 06.45 WIB dan diikuti ratusan pegawai di lingkungan Pemprov Babel.

Salat dipimpin imam Syekh Ismail Al-Hafidz, ulama asal Palestina yang menempuh pendidikan hafalan Al-Qur’an di Turki. Sementara khotbah disampaikan Ketua LPTQ Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, KH Syamsuni Saleh.

Gubernur Babel Hidayat Arsani diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Babel, Tarmin. Dalam kesempatan itu, Tarmin mengajak jemaah memperbanyak istigfar dan bermunajat agar hujan segera diturunkan.

“Kita tidak punya kekuatan, tidak punya kemampuan mendatangkan sesuatu, Allah-lah yang mendatangkan sesuatu. Oleh karena itu, karena keadaan sudah seperti ini, tentu sebagai manusia biasa, kita hanya bermunajat, meminta kepada Allah supaya hujan segera diturunkan,” kata Tarmin.

Kepala Biro Kesra Setda Pemprov Babel, Ustaz Yasir Mustafa, mengatakan kondisi kemarau yang dirasakan masyarakat menjadi pengingat untuk meningkatkan kesabaran dan memperbanyak doa.

Menurutnya, sejumlah masyarakat masih kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan, sebagian warga harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Mudah-mudahan dengan ikhtiar kita yang sedikit ini, dengan usaha kita berdoa kepada Allah dalam sunnah Nabi untuk mengerjakan Salat Istisqa ini, mudah-mudahan doa-doa kita, dosa-dosa kita juga insyaallah diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar Yasir.

Yasir berharap hujan yang turun nantinya tidak hanya memenuhi kebutuhan air masyarakat, tetapi juga membawa keberkahan bagi masyarakat Bangka Belitung.

“Mudah-mudahan Allah juga akan memberikan keberkahan kepada kita semua, keberkahan kepada masyarakat Provinsi Bangka Belitung, dan sudah barang tentu dengan turunnya hujan Allah juga berikan keberkahan kepada kita,” katanya.

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap bersabar menghadapi kemarau. Menurut Yasir, kondisi tersebut merupakan ujian yang harus dihadapi dengan kesabaran dan doa.

“Saya ingin menyampaikan bahwa ini ujian kecil sekali dibandingkan ujian-ujian yang akan kita hadapi di hari kiamat nanti. Untuk itu, kita banyak bersabar, innallaha ma’ashobirin,” ujarnya.

Yasir menyebut kekeringan juga telah berdampak terhadap aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah.

“Banyak saudara-saudara kita yang sekarang masih membeli air di mana-mana, di mana-mana kering, kemudian sampai nyuci di sungai. Maka dari itu kita berdoa mudah-mudahan semuanya dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” katanya.

Dalam pelaksanaan Salat Istisqa tersebut, jemaah juga menjalankan salah satu sunnah dengan membalikkan serban. Doa dipanjatkan agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat, hewan ternak, dan alam sekitar.

Usai salat, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 20 anak yatim dan yatim piatu. Santunan tersebut merupakan kerja sama Pemprov Babel dan Baznas Babel melalui Biro Kesra Setda Babel.

Masing-masing anak menerima santunan sebesar Rp 150 ribu dengan total bantuan mencapai Rp 3 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.