4 Nelayan Belitung Hilang Usai KM Putra Buluh Ditabrak Kapal Kargo, Wakil Ketua DPRD Babel Surati Basarnas

by -1336 Views

Pangkalpinang, Demokrasibabel – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Edi Nasapta menyurati Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI. Surat itu berisi permintaan agar pencarian terhadap empat nelayan asal Belitung yang hilang setelah KM Putra Buluh ditabrak kapal kargo di perairan Pulau Pengikik, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, dimaksimalkan.

Edi mengambil langkah tersebut setelah mendapat informasi dari Ketua DPW Partai NasDem Babel Fendi Haryono. Dia kemudian meminta Basarnas memberikan perhatian khusus terhadap proses pencarian empat nelayan yang hingga kini belum ditemukan.

“Saya mendapatkan informasi ini dari Ketua DPW NasDem Babel, Kak Fendi Haryono. Setelah saya baca dan mengetahui bahwa ternyata kapal ini berangkat dari Tanjung Pandan dan empat nelayan kita masih hilang, saya langsung membuat surat kepada Kepala Basarnas RI untuk meminta bantuan dan atensi agar pencarian ini bisa disikapi dengan cepat dan dimaksimalkan,” kata Edi, Selasa (11/8/2026).

Empat nelayan yang masih dalam pencarian yakni Samsir Arwan (27), Andi Syamsu (53), Muhammad Irfan (28), dan Agustono (28).

Sementara satu nelayan lainnya, Khairul (30), berhasil selamat. Khairul bertahan dengan menggunakan tutup fiber sebagai alat bantu apung sebelum ditemukan dan dievakuasi oleh KM Lima Saudara Kandung.

Edi mengaku memahami kecemasan keluarga korban yang masih menunggu kepastian keberadaan empat nelayan tersebut.

“Kasihan keluarga mereka yang menunggu. Sudah beberapa hari belum ada kepastian. Kita tentu berharap mereka segera ditemukan. Itu sebabnya saya langsung meminta bantuan Basarnas agar pencarian terhadap empat nelayan kita ini mendapatkan perhatian,” ujarnya.

Dalam suratnya, Edi meminta agar operasi pencarian terus dimaksimalkan. Jika diperlukan, pencarian diharapkan dapat diperluas dengan mempertimbangkan pergerakan arus laut, kondisi cuaca, serta kemungkinan lokasi para korban.

“Kita memahami mencari orang hilang di laut bukan perkara mudah. Tim SAR tentu lebih memahami kondisi dan teknis di lapangan. Kita hanya memohon agar seluruh upaya yang memungkinkan bisa dimaksimalkan. Kalau diperlukan dukungan atau penambahan unsur pencarian, kita berharap itu juga bisa dilakukan,” katanya.

Edi juga mengapresiasi Kantor SAR Tanjungpinang dan seluruh unsur yang telah terlibat dalam operasi pencarian.

Dia berharap koordinasi antara Kantor SAR Tanjungpinang, Kantor SAR Pangkalpinang, Pemprov Babel, Pemkab Belitung dan pihak terkait lainnya terus dilakukan. Dengan begitu, perkembangan pencarian dapat segera diketahui oleh keluarga korban.

“Kita berterima kasih kepada Basarnas dan semua pihak yang sudah bekerja di lapangan. Sekarang yang terpenting bagaimana pencarian terus dimaksimalkan. Keluarga mereka di Belitung sedang menunggu dan kita semua tentunya berharap ada kabar baik,” ujarnya.

Kronologi KM Putra Buluh Ditabrak Kapal Kargo

KM Putra Buluh sebelumnya dilaporkan membawa lima orang dan berangkat dari Tanjung Pandan, Pulau Belitung, pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Kapal tersebut menuju perairan Pulau Pengikik untuk melakukan aktivitas memancing.

KM Putra Buluh berada di kawasan tersebut sejak 4 hingga 7 Agustus 2026.

Kemudian pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, kapal tersebut dilaporkan ditabrak kapal kargo yang sedang berlayar menuju Kalimantan.

Akibat benturan tersebut, KM Putra Buluh mengalami kerusakan berat hingga terbelah menjadi dua bagian.

Kantor SAR Tanjungpinang telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak dalam operasi pencarian. Di antaranya SROP Tanjungpinang, KSOP Kelas II Tanjungpinang, HNSI Kepulauan Riau, Kantor SAR Pangkalpinang dan pemilik kapal.

Koordinasi juga dilakukan dengan Kantor SAR Pontianak untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan korban sekaligus dukungan unsur kapal SAR dalam operasi pencarian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.