Menteri BKKBN dan Gubernur Babel Tinjau Program MBG 3B di Pangkalpinang, Pastikan Kualitas Gizi Terjaga

by -1184 Views

Pangkalpinang, Demokrasibabel.com – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Wihaji, bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lontong Pancur, Kecamatan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang, Kamis (6/8/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja Menteri BKKBN di Bangka Belitung untuk memastikan pelaksanaan program prioritas nasional berjalan sesuai standar, mulai dari kualitas makanan, proses pengolahan, hingga distribusi kepada penerima manfaat.

Di lokasi, Wihaji dan Hidayat Arsani meninjau langsung kualitas bahan baku, operasional dapur, peralatan memasak, hingga kebersihan perlengkapan makan yang digunakan sebelum makanan didistribusikan kepada penerima manfaat.

Gubernur Hidayat Arsani mengatakan pemenuhan gizi bagi ibu dan anak merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.

Menurut dia, keberhasilan Program MBG 3B tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, tetapi juga dari kualitas makanan, kandungan gizi, keamanan pangan, serta ketepatan sasaran penerima.

“Yang paling penting adalah bagaimana makanan yang diberikan benar-benar memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak. Kita ingin program ini memberikan manfaat yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat Babel,” kata Hidayat.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, Tim Pendamping Keluarga (TPK), SPPG, hingga masyarakat.

Karena itu, Hidayat meminta pengawasan terhadap pelaksanaan program terus dilakukan agar sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Program ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Maka kualitasnya harus kita jaga bersama, distribusinya harus tepat, dan penerima manfaat harus benar-benar mendapatkan makanan bergizi sesuai kebutuhannya,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Wihaji menjelaskan Program MBG 3B menjadi salah satu langkah pemerintah memperkuat intervensi gizi sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan anak sebagai upaya mencegah stunting.

Ia mengatakan secara nasional terdapat sekitar 9,6 juta penerima manfaat Program MBG, termasuk 33.852 penerima manfaat MBG 3B yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

“Saya meninjau dari 33.852 salah satu titik ada di SPPG Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang. Saya melihat SPPG di sini sudah memenuhi standar sesuai dengan program Bapak Presiden Prabowo,” ujar Wihaji.

Menurut dia, Kemendukbangga/BKKBN memiliki peran dalam pendataan penerima manfaat, distribusi makanan, edukasi kepada keluarga, hingga pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program.

Wihaji juga meminta seluruh pelaksana di daerah segera melaporkan apabila menemukan kendala dalam pelaksanaan Program MBG agar dapat ditindaklanjuti secepat mungkin.

“Menyampaikan info dari Bapak Presiden jangan banyak diskusi dan jangan banyak lokakarya. Kita harus turun ke lapangan, cek kondisi SPPG setempat. Kalau ada masalah segera laporkan dan kita selesaikan dengan cepat. Kita pastikan penerima manfaatnya tepat sasaran dan asupan gizinya sesuai standar kesehatan,” katanya.

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung menilai penguatan layanan MBG 3B sejalan dengan upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan keluarga. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.