Dari Lapas Lahir Harapan Baru: Gubernur Babel Hidayat Arsani Resmikan Pengolahan Pupuk & Hadirkan Sumur Bor untuk Warga Binaan

by -243 Views

Pangkalpinang, Demokrasibabel.com — Dari balik tembok lembaga pemasyarakatan, harapan baru mulai tumbuh. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, meresmikan program pengolahan pupuk sekaligus menyerahkan bantuan sumur bor di Lapas Kelas IIA Tuatunu Pangkalpinang, Kamis (26/3/2026).

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pembinaan warga binaan kini bergerak ke arah yang lebih progresif, dari sekadar pembatasan menjadi pemberdayaan.

Di hadapan warga binaan, Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa program pengolahan pupuk bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan strategi nyata membangun kemandirian.

“Di sinilah mereka belajar bekerja, membangun keterampilan, dan mempersiapkan masa depan. Kita ingin saat mereka kembali ke masyarakat, mereka tidak lagi bergantung, tetapi mampu berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.

Tak berhenti pada peresmian, Gubernur juga menunjukkan aksi konkret dengan menyerahkan bantuan pribadi berupa sumur bor. Fasilitas ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan mendasar akan air bersih di lingkungan lapas yang dihuni sekitar 800 warga binaan.

“Air adalah kebutuhan utama. Dengan terpenuhinya ini, kualitas hidup dan aktivitas warga binaan akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Program pengolahan pupuk yang dijalankan turut menggandeng PLTU 3 Bangka dalam pemanfaatan limbah non-B3 menjadi produk bernilai guna. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, lembaga pemasyarakatan, dan sektor industri.

Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menyebut dukungan ini sebagai energi baru bagi penguatan program pembinaan.

“Ini bukan hanya bantuan, tetapi kepercayaan bahwa warga binaan mampu berubah dan berkarya,” katanya.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penyerahan bantuan secara simbolis, yang kemudian ditutup dengan foto bersama sebagai simbol kebersamaan.

Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini mengirim pesan kuat bahwa dari tempat yang selama ini dipandang terbatas, justru bisa lahir produktivitas, kemandirian, dan harapan baru bagi masa depan.

Penulis: Irnawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.