Pangkalpinang – Wali Kota Saparudin menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat Menumbing 2026 di Aula Sari Polresta Pangkalpinang, Rabu (11/3/2026). Rapat ini digelar untuk mempersiapkan pengamanan arus mudik serta perayaan Idulfitri di Kota Pangkalpinang.
Saparudin yang akrab disapa Prof Udin berharap pelaksanaan Ramadan hingga Idulfitri tahun ini dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat.
“Kita semua tentu ingin puasa dan Idulfitri tahun ini aman, lancar, dan nyaman,” kata Saparudin.
Ia menekankan pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara ramah dan humanis agar warga merasa nyaman saat mudik, melaksanakan salat Idulfitri, hingga bersilaturahmi dengan keluarga maupun kerabat.
“Kita ingin pelayanan kepada masyarakat dilakukan dengan baik, agar semua merasa aman dan nyaman saat mudik maupun salat Idulfitri,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Saparudin juga menyampaikan bahwa pelaksanaan salat Idulfitri tahun ini akan digelar di Alun-Alun Taman Merdeka Pangkalpinang.
Sementara Masjid Kubah Timah Pangkalpinang akan difokuskan untuk jemaah perempuan.
“Salat Idulfitri tahun ini kita adakan di alun-alun. Masjid Kubah untuk ibu-ibu saja. Warga kan rindu suasana salat Id di alun-alun,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan pengamanan, termasuk TNI dan kepolisian.
“Kami berterima kasih kepada Kapolresta, Dandim, dan semua pihak. Semoga sisa Ramadan dan perayaan Idulfitri di Pangkalpinang bisa berjalan lancar,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolresta Pangkalpinang Max Mariners mengatakan rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari koordinasi serupa yang sebelumnya dilaksanakan di tingkat Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Menurutnya, Operasi Ketupat Menumbing merupakan upaya pengamanan bersama yang tidak hanya melibatkan Polri, tetapi juga berbagai instansi terkait seperti TNI, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan.
“Kegiatan pengamanan ini bukan hanya milik Polri, tapi tugas kita semua. Kita ingin arus mudik dan perayaan Idulfitri berjalan aman dan tertib,” kata Max.
Ia menyebut Operasi Ketupat Menumbing akan berlangsung selama 13 hari. Apel gelar pasukan dijadwalkan pada 13 Maret, sementara pada 14 Maret seluruh personel sudah mulai menempati pos pengamanan yang telah ditentukan.
Selama arus mudik, kepolisian juga akan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, termasuk tidak melakukan penilangan di jalan agar pemudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat.
Selain menyiapkan pos pengamanan, petugas juga akan melakukan patroli untuk menjaga keamanan rumah-rumah warga yang ditinggalkan saat mudik. Patroli tersebut melibatkan TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya.
“Kita akan melakukan patroli besar-besaran bersama semua stakeholder, supaya rumah-rumah yang ditinggalkan tetap aman,” ujarnya.
Max menambahkan berdasarkan data dari Jasa Raharja, angka kecelakaan lalu lintas di Pangkalpinang menunjukkan tren penurunan. Ia berharap sinergi antarinstansi dapat terus terjaga hingga perayaan Idulfitri.
“Semua stakeholder harus terus bekerja sama, supaya pengamanan selama Ramadan hingga Idulfitri berjalan lancar,” tutupnya.







