Tiga Wartawan Diduga Dikeroyok di Gudang PT PMM Bangka, IJTI Minta Polisi Usut Tuntas

by -655 Views

Bangka, Demokrasibabel.com – Dugaan kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi di Kepulauan Bangka Belitung. Tiga wartawan dilaporkan mengalami intimidasi hingga pemukulan saat melakukan peliputan di sekitar gudang PT PMM di Jalan Lintas Timur, Desa Air Anyir, Kabupaten Bangka, Sabtu (7/3/2026).

Ketiga wartawan tersebut yakni Dedy Wahyudi dari Beritafakta.com, Frendy Primadana yang merupakan kontributor TV One Bangka Belitung, dan Wahyu Kurniawan dari Suarapos.com.

Peristiwa itu bermula saat ketiganya mendapatkan informasi mengenai adanya anggota Satgas yang diduga dikepung massa di sekitar lokasi gudang perusahaan tersebut. Mereka kemudian mendatangi lokasi untuk menggali informasi.

“Saya datang bersama Dana (Frendy Primadana), lalu bertemu Dedy di pinggir Jalan Lintas Timur. Kami kemudian bersama-sama menuju lokasi,” ujar Wahyu, Sabtu siang.

Setibanya di lokasi, mereka sempat menanyakan situasi kepada dua petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk gudang. Satpam tersebut menyebut sempat terjadi keributan, namun bukan di dalam kawasan PT PMM, melainkan di depan kantor perusahaan.

Saat itu, kata Wahyu, Dedy sempat mengambil foto sebuah truk yang hendak masuk ke area gudang. Namun sopir truk diduga tidak terima dan meminta Dedy menghapus foto tersebut.

“Setelah foto dihapus, truk itu kemudian masuk ke dalam gudang PT PMM,” katanya.

Tak lama kemudian, sebuah mobil minibus Toyota berwarna silver datang ke lokasi. Dua satpam yang sebelumnya berbincang dengan wartawan mendekati mobil tersebut.

Salah seorang penumpang mobil menunjukkan tanda pengenal sebelum kemudian bersama dua satpam masuk ke dalam area gudang. Wartawan diminta menunggu di luar.

Sementara itu, truk yang sebelumnya masuk ke area gudang kembali keluar dari dalam lokasi. Saat itulah Dedy kembali mengambil gambar.

“Sepertinya sopir truk melihat Dedy mengambil foto. Dia turun dari mobil lalu langsung memukul Dedy di bagian wajah. Dia juga mengancam dengan mengatakan akan memanggil kawan-kawannya,” ujar Wahyu.

Melihat situasi yang semakin tidak kondusif, Wahyu dan Frendy berusaha meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor. Namun saat hendak pergi, seseorang yang diduga satpam menarik baju Frendy dari belakang hingga terjatuh dari motor.

“Aku berhasil lolos, tapi Frendy dan Dedy sempat tertahan oleh pihak keamanan perusahaan,” kata Wahyu.

Beberapa waktu kemudian, Wahyu mencoba menghubungi Frendy untuk mengetahui kondisi mereka. Frendy meminta bantuan agar bisa keluar dari lokasi gudang.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pusat, Herik Kurniawan, mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut kasus dugaan kekerasan terhadap jurnalis tersebut.

Menurutnya, kekerasan terhadap jurnalis merupakan tindakan yang bertentangan dengan undang-undang, terlebih jika terjadi saat wartawan menjalankan tugas jurnalistik.

“Kekerasan terhadap jurnalis sangat bertentangan dengan undang-undang, apalagi terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas untuk kepentingan publik,” kata Herik.

Ia juga mengecam segala bentuk kekerasan terhadap wartawan dan meminta Kapolda Kepulauan Bangka Belitung mengusut kasus tersebut secara transparan.

“Kami meminta Kapolda Babel segera mengusut kasus ini hingga tuntas. Siapa pun yang melakukan kesalahan harus mendapat hukuman sesuai perbuatannya,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.